RSS

P E R S A H A B A T A N

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.

Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan. :)

 
1 Comment

Posted by pada 20 Mei 2011 in KUTIPAN, PERSAHABATAN

 

L E P A S

Terbuka kepalan lenganku
Pupus kiasan pada anganku
Terbang meninggi butir harapan itu
Jatuh ringkik ku lepas, impian.. impian itu..
Terjal alur kisah diri
Gelisah mengelilingi pikiran ini
Bimbang menyeluruh hati insani
Rapuh,
tak kuasa diri menahan kilat emosi
Misteri yang kian menjerat hati
melangkah berpaling pergi
Melaju dengan pasti
pada jalan yang dia yakini
Resah pahit hidup ku telan
Ku coba tuk sekedar ikhlaskan
Lepas pesona pembasuh duka dulu kala
Menambah kerikil batu penantian
Tak rela hati melepasnya
Dia yang mengelana bagai kapas entah kemana
Terbawa hanyut arus angin
bersama duka asmara
Raga lewati, berpegang kepercayaan
Bersama udara bersahaja
misteri kan kembali membasuh luka
Kaki diri beralas tanah
Lengan sibuk memeluk pena
Coret lembar-lembar kertas
hingga kertas lain kan membalas
Jawaban atas emosi jiwa…
puisi-aku-ilmikamila
 
Leave a comment

Posted by pada 20 Mei 2011 in PUISI

 

MEMBACA MEMPERLUAS CAKRAWALA :)

Membaca adalah kunci ilmu. Dan apa yang diperintahkan oleh wahyu pertama kali kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam merupakan bukti yang jelas bagi kita tentang pentingnya membaca. Ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yakni;
“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.” (QS. al-’Alaq:1-4)
Karena pentingnya membaca dan mencari ilmu maka Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberitahukan bahwa mencari ilmu adalah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. (HR Ibnu Majah dengan sanad dhaif, dihasankan sebagian ahli hadits dan yang lain menshahihkan). Dan tidak diragukan lagi bahwa membaca adalah salah satu sebab yang paling penting untuk mendapatkan ilmu. Jikalau seseorang tidak mau membaca maka dia tidak akan dapat belajar dengan baik, dan tidak akan dapat merealisasikan hikmah dari penciptaannya di dunia, yakni agar beribadah kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala, taat kepada-Nya dan memakmurkan bumi.
Membaca memungkinkan bagi seseorang untuk mengetahui berbagai hal yang ingin diketahuinya dengan tanpa harus melalui orang lain. Dan membaca memberikan banyak sekali manfaat. Secara ringkas dapat disebutkan sebagai berikut:
  • Bahwa membaca -termasuk menulis- merupakan kunci ilmu.
  • Membaca merupakan sebab terbesar untuk dapat mengenal Allah Subhannahu wa Ta’ala, beribadah kepada-Nya, taat kepada-Nya dan Rasul-Nya.
  • Bahwa membaca merupakan salah satu sebab paling dominan bagi kemakmuran bumi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
  • Dengan membaca kita dapat mengetahui keadaan umat-umat yang terdahulu dan dapat mengambil manfaat dari mereka.
  • Membaca merupakan sebab bagi seseorang untuk memiliki berbagai ketrampilan dan mengetahui berbagai perusahaan dan mesin-mesin yang bermanfaat.
  • Dengan membaca orang akan mengetahui hal-hal yang bermafaat dan yang berbahaya di dalam kehidupan ini.
  • Membaca merupakan salah satu sebab seseorang memiliki akhlak yang terpuji, sifat-sifat yang tinggi serta perilaku yang lurus.
  • Dengan membaca seseorang dapat memperoleh pahala yang besar dan balasan yang banyak, terutama jika yang dibaca adalah Kitabullah atau buku-buku yang bermanfaat yang menunjukkan kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.
  • Membaca merupakan salah satu sebab seseorang memperoleh derajat yang tinggi di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Karena membaca merupakan salah satu sebab untuk mendapatkan ilmu. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
    “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. 58:11)
  • Bahwa membaca merupakan salah satu sebab terbesar untuk mengetahui berbagai tipu daya musuh Islam dan kaum muslimin dari kalangan orang kafir, mulhidin (penyeleweng) dan kelompok-kelompok sesat. Juga tahu bagaimana cara membantah mereka dan agar berhati-hati dari mereka.
  • Membaca merupakan salah satu sebab untuk menggapai ketentraman dan ketenangan jiwa serta salah satu sarana untuk mengisi waktu yang terluang dengan hal-hal yang positif.
 
Leave a comment

Posted by pada 2 April 2011 in ARTIKEL

 

Damai Cinta-Nya

Rintik air mata menghujani malam ini
Deras basahi hati yang sunyi
Tangis langit pun ikut mengiringi
Sujud atas pasrah pada-Mu Rabbi

Hina raga menghadap-Mu
Hati serta diri bernoda rapuh terjatuh
Ku rasa getaran cinta-Mu merangkulku
Bawa daku bangkit dengan kasih-Mu

Hempa lepas buruknya jiwa
Lekas aku menuju terang-Nya
Ikuti cahaya nan indah
Cinta yang setia menentramkan dada

Ku eja, ku ucap
Sejuk lantunan firman-Nya
Resapi makna penuh kehangatan-Nya
Bukti cinta-Nya mengalir dalam sukma
Kau Cinta Maha Cinta
Segala puji bagi-Mu ya Allah
Yang pertama tanpa ada yang mengawali
Yang membuka pintu taubat atas kesalahan diri
Tiada selain Engkau ya Rabbi
Tuntun dan genggam sejuta hampa ku jadi damai

Cinta Maha Cinta
Aku bertasbih pada-Nya
Menuju damai cinta-Nya

by.Ilmi Kamila
puisi
 
Leave a comment

Posted by pada 2 April 2011 in PUISI

 

PUISI CHAIRIL ANWAR

AKU

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943


HAMPA

kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.

Lurus kaku pohonan. Tak bergerak

Sampai ke puncak. Sepi memagut,

Tak satu kuasa melepas-renggut

Segala menanti. Menanti. Menanti.

Sepi.

Tambah ini menanti jadi mencekik

Memberat-mencekung punda

Sampai binasa segala. Belum apa-apa

Udara bertuba. Setan bertempik

Ini sepi terus ada. Dan menanti.


SAJAK PUTIH

Bersandar pada tari warna pelangi

Kau depanku bertudung sutra senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba

Meriak muka air kolam jiwa

Dan dalam dadaku memerdu lagu

Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka

Selama matamu bagiku menengadah

Selama kau darah mengalir dari luka

Antara kita Mati datang tidak membelah…

 
Leave a comment

Posted by pada 16 Maret 2011 in PUISI

 

Generasi Stres Masa Depan

Dalam salah satu cerpennya yang berjudul “Kami Lepas Anak Kami”, sastrawan Gus Sakai menuliskan keprihatinannya atas kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Cerpen tersebut bercerita tentang para orang tua yang setiap pagi, melakukan prosesi melepas kepergian anak-anaknya ke sekolah. Anak-anak mencium tangan sang ayah, kemudian melambaikan tangannya untuk masuk ke dalam pekarangan sekolah. Rutinitas setiap hari.

Namun pada suatu hari, sang ayah ingin masuk ke dalam ruangan sekolah tersebut untuk bertemu kepala sekolahnya. Dia harus naik kelantai 2, lantai 3, dan entah berapa lantai lagi, kemudian mauk ke ruangan, belok kanan, keruangan lagi, belok kanan, belok kiri, masuk ke ruangan yang gelap dan dingin hingga akhirnya dia baru menyadari, tak pernah bertemu dengan guru-guru dan kepala sekolah tersebut. Tiba-tiba ia berada di ssebuah ketinggian dan bisa melihat pemandangan yang sangat “menakjubkan”: ribuan orang tua di sebuah lapangan, melakukan prosesi melepas anak-anaknya ke ekolah, dan ketika memasuki pekarangan sekolah anak-anak itu berubah menjadi robot-robot yang menyandang tas dengan terbungkuk-bungkuk…

Ya, anak-anak kita sudah menjadi robot. Mereka setiap hati harus menanggung beban mata pelajaran, menghafap rumus ini-itu, membuat tugas, les ini-itu, ikut bimbingan mata pelajaran untuk Ujian Nasional, untuk masuk perguruan tinggi, untuk masa depan mereka katanya. Mereka kehilangan waktu bermain, kehilangan keindahan masa kecil, belajar pagi sampai sore, ketika sampai rumah harus belajar lagi untuk esoknya dan kadang tak bisa menikmati tidur nyenyak. Yang terbayang adalah guru-guru yang siap memberikan hukuman di sekolah ketika mereka terlambat masuk, ketika tidak membuat tugas, ketika tidak gafal rumus, ketika uang sekolahnya terlambat, ketika uang beli bukunya terlambat hingga mereka lupa sarapan atau sekedar minum susu yang kini harganya melangit dan itupun isunya tercampur bakteri mematikan. Sistem pendidikan kita tidak memberikan tempat kepada siwa untuk berpikir bebas, mempertanyakan sesuatu, berdiskusi dan sebagainya. Anak-anak dicekoki dengan dogma dan aturan-aturan yang membuat mereka benar-benar dihantui.

Lihatlah di setiap pagi ketika musim ujian tiba, di jalanan ketika mereka diantar oleh ayah ibu mereka, banyak yang duduk di sadel kendaraan bermotor sambil membuka buku pelajaran dan membaca ketika kendaraan melaju kencang di tengah hiruk-pikuk dan semrawutnya lalu lintas. Mereka memaksakan diri untuk menghafal rumus atau teori-teori tanpa aplikai, yang mungkin akan keluar dalam ujian nanti. Sebuah cara belajar yang membahayakan dirinya, sang ayah atau ibu yang mengantar dan mengendarai motor atau pengendara lainnya. Mereka hanya punya satu keinginan : tidak salah dalam ujian nanti, maka berbagai cara dilakukan, termasuk membaca di motor. Maka beruntunglah bagi mereka yang diantar dengan mobil oleh orangtuanya.

Menjelang meninggalkan sekolah di akhir kelas III, mereka juga harus mengadapi persoalan yang berat, ujian nasional. Inilah monster yang beberapa tahun terakhir menghantui anak-anak sekolah. Mereka harus mencapai nilai yang sudah ditetapkan oleh pusat untuk bisa lulus kalau tidak ingin mengulang lagi. Per mata pelajaran harus mencapai nilai tersebut dan tidak dihitung komulatifnya seperti sistem ujian nasional sepuluh atau lima belas tahun lalu ketika Nilai Ebtanas Murni hanya menjadi ssalah satu syarat lulu, dan bukan satu-satunya syarat lulus.

Entah akan jadi apa generasi kita ke depan ketika beban berat di pikiran mereka sudah ditumpukkan bahkan ketika mereka masih di bangku sekolah. Bukan tidak mungkin, keinginan untuk mendapatkan generasi cerdas di masa depan, akan berubah menjadi monster baru: “generai stres yang tak mampu menerima sebuah sistem pendidikan dan pengajaran yang dipaksakan oleh negara”.

riau post, senin, 3 maret 2008

 
Leave a comment

Posted by pada 16 Maret 2011 in ARTIKEL

 

“TIPS MUDAH”

Menghilangkan Rasa Iri

Jika rasa iri mulai menyerang, coba cara berikut. Daripada berkata, “Kalau saja saya…” atau “Saya mengharap…” coba katakan, “Saya sangat beruntung, saya…”. Subyek dalam sebuah studi melaporkan merasa 56% lebih bahagia ketika mereka mengucapkan kalimat ini.

Menghentikan Keinginan Ngemil Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by pada 7 Mei 2009 in KUTIPAN

 

Kaitkata: ,

MENJELAJAH DUNIA

Pertama mendengar kata “internet” ??

Saat saya duduk di bangku kelas lima SD, itulah pertama kalinya saya mendengar kata “internet”. Pada waktu itu saya berpikir, bahwa internet belum dibutuhkan untuk anak seusia saya saat itu. Namun, lambat laun, guru saya banyak memberi tugas pengetahuan umum yang sangat mudah didapat hanya dengan mencarinya di internet. Mulailah tumbuh perasaan saya bahwa, “internet” pun banyak dibutuhkan anak seumuran lima SD ataupun anak-anak usia di bawahnya. Apalagi untuk para mahasiswa dan pekerja kantoran. Mereka akan lebih mudah mencari informasi melalui “internet”. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 7 Mei 2009 in ARTIKEL

 

Kaitkata: , , ,

Pada-Mu Aku Mengemis

Sang surya tenggelam tergantikan oleh bulan
Ku perbanyak dzikir ‘tuk memperkuat iman
Sunyi,,
sepi,,
jangkrik pun ‘tak berderik
T’lah ku lewati hari demi hari,,
detik demi detik
Lelah letih setelah mencari
Mencari ilmu yang tak’kan kunjung henti

Petir dan kucuran hujan terdengar Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 6 Mei 2009 in PUISI

 

Kaitkata: , , ,

Kenangan Yang Tak’kan Terlupakan

Kemarin…
Saat sang surya hadir di ufuk timur
Memaksaku,, tuk membuka mataku
Ku tampilkan senyumku di pagi cerahku
Ku hadirkan semangatku tuk menimba ilmu di tempat itu

Ribuan pena ku coretkan.. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada 6 Mei 2009 in PUISI

 

Kaitkata: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.