RSS

Arsip Bulanan: Mei 2011

P E R S A H A B A T A N

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.

Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan. :)

 
1 Comment

Posted by pada 20 Mei 2011 in KUTIPAN, PERSAHABATAN

 

L E P A S

Terbuka kepalan lenganku
Pupus kiasan pada anganku
Terbang meninggi butir harapan itu
Jatuh ringkik ku lepas, impian.. impian itu..
Terjal alur kisah diri
Gelisah mengelilingi pikiran ini
Bimbang menyeluruh hati insani
Rapuh,
tak kuasa diri menahan kilat emosi
Misteri yang kian menjerat hati
melangkah berpaling pergi
Melaju dengan pasti
pada jalan yang dia yakini
Resah pahit hidup ku telan
Ku coba tuk sekedar ikhlaskan
Lepas pesona pembasuh duka dulu kala
Menambah kerikil batu penantian
Tak rela hati melepasnya
Dia yang mengelana bagai kapas entah kemana
Terbawa hanyut arus angin
bersama duka asmara
Raga lewati, berpegang kepercayaan
Bersama udara bersahaja
misteri kan kembali membasuh luka
Kaki diri beralas tanah
Lengan sibuk memeluk pena
Coret lembar-lembar kertas
hingga kertas lain kan membalas
Jawaban atas emosi jiwa…
puisi-aku-ilmikamila
 
Leave a comment

Posted by pada 20 Mei 2011 in PUISI

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.